Tugas 5
1. Contoh perusahaan yang menggunakan orientasi
pasar dan yang tidak berorientasi pasar
I.
Konsep
Produksi
a. Motor Cina
Motor cina kebanyakan diproduksi dengan tingkat efisiensi produksi yang
tinggi sehingga biaya dapat di tekan.
Akibatnya, harga jual motor cina menjadi sangat rendah danharga terebut
yang digunakan untuk menarik konsumen.
Kebanyakan orang membeli motor cina karena harganya yang murah.
b. Mainan Cina
Mainan cina juga diproduksi dengan efisiensi produksi tinggi sehingga
harganya dapat menjadi lebih murah.
c. Big Cola
Big cola menjual produknya dengan harga yang murah dibandingan dengan
produk Cola yang lainnya. Kebanyakan
orang membeli big cola karena harganya yang murah, volumenya yang cukup besar
dan rasa yang tidak jauh berbeda.
II.
Konsep
Produk
a. Starbuck Coffe
Starbuck di dalam memasarkan produknya selalu menggembor-gemborkan
kulaitas dari kopi buatanya yang dibuat dari kopi berkualitas dan kualitasnya
di setiap tempat selalu sama. Artinya,
dimanapun anda membeli starbuck rasanya akan selalu sama karena quality control
yang sangat bagus.
b. Batik tulis
Kebanyakan pengrajin batik tulis menjual batiknya karena dengan membatik
dengan tangan, kualitas dapat terus dijaga dan harga jualnya pun juga menjadi
lebih mahal.
c. Nike dan Adidas
Kedua perusahaan peralatan olahraga tersebut bersaing satu sama lain
dengan berusaha membuat produk yang memiliki kualitas yang baik, dilihat dari
penampakan, keawetan dan kenyamanan saat pemakaian. Orang biasanya membeli kedua produk tersebut
juga karena alasan kualitas produk yang sudah terjamin, walaupun harganya
mahal.
d. Apple Inc
Apple menjual produknya dengan mengutamakan kualitas dari produknya,
yaitu keunikan dari sistem operasi produk-produkya, seperti sistem operasi Mac
OS yang hanya bisa diperoleh dengan membeli produk Apple. Kebanyakan orang membeli produk Apple untuk
mendapatkan kualitas produk apple tersebut walaupun harganya cukup mahal.
e. Blackberry
Blackberry memasarkan produknya juga dengan menggunakan konsep kualitas
dari produk yang mereka jual, yaitu dengan tersedianya jaringan Blackberry
Internet Service yang hanya dapat dinikmati oleh pemilik handset Blackberry.
III.
Konsep
Pemasaran
a. Toyota
Toyota di dalam memasarkan produknya selalu melihat segmentasi pasar,
kemudian mereka memproduksi barang disesuaikan dengan segmentasi pasar
tersebut, sehingga mereka dapat memperoleh pangsa pasar yang cukup besar. Contohnya adalah adanya Toyota avanza, Toyota
kijang innova, dan Toyota Alphard, ketiganya adalah family car akan tetapi
memilki segmentasi yang berbeda-beda.
b. Unilever
Ada beberapa produk Unilever yang dipasarkan dengan orientasi pemasaran,
antara lain adalah Daia dan Rinso. Daia
dan Rinso adalah dua ditergen ang diproduksi oleh Unilever akan tetapi keduanya
memiliki segmentasi pasar yang berbeda, sehingga dengan menjual produk di dua
segmen tersebut, pangsa pasar yang diraih juga akan semakin tinggi.
c. Pabrik Rokok Djarum
Djarum di dalam memproduksi produknya juga memperhatikan konsenspi
pemasaran. Hal ini dapat dilihat dari
bermacam-macam produk rokok Djarum yang disesuaikan dengan segmen pasar. Misalnya untuk orang tua, djarum memiliki
produk djarum 76 karena kebanyakan orang tua menyukai rokok kretek dan untuk
anak muda ada djarum black, djarum super dan sebagainya.
d. Nokia
Nokia di dalam meluncurkan produknya juga memperhatikan berbagai
segmentasi yang ada di masyarakat dan mereka memproduksi barang dengan melihat
hal tersebut. Contohnya seperti nokia
9500 yang diproduksi untuk orang menengah ke atas sedangkan nokia 3310
diproduksi untuk kalangan menengah kebawah.
IV. Konsep Social
Marketing
a. Aqua
Pada beberapa iklan Aqua akhir-akhir ini, sering diperlihatkan apabila
kita membeli produk Aqua, berarti kita menymbangkan 50 ruapiah untuk pengadaan
air bersih di daerah yang kekurangan
air. Hal tersebut menunjukkan bahwa aqua
di dalam memasarkan produknya memakai konsep social marketing
b. Sabun Lifeboy
Sabun lifeboy memasarkan produknya juga dengan menggunakan konspesi
social marketing. Hal ini terlihat dari
promosinya yang mengajak pembiasaan mencuci tangan dengan sabun agar kesehatan
meningkat.
Untuk perusahaan yang tidak berorientasi pasar menurut saya tidak ada. Karna
setiap perusahaan pasti membutuhkan Orientasi pasar. Orientasi pasar merupakan
sesuatu yang penting bagi perusahaan sejalan dengan meningkatnya persaingan
global dan perubahan dalam kebutuhan pelanggan dimana perusahaan menyadari
bahwa mereka harus selalu dekat dengan pasarnya. Jadi tidak ada perusahaan yang
tidak
menggunakan orientasi pasar.
2. Perusahaan seperti apa yang akan
berhasil dalam jangka panjang
Tujuan jangka panjang adalah
merupakan hasil yang diharapkan dari pelaksanaan strategis tertentu, Strategi
merupakan serangkaian tindakan yang harus dilakukan untuk mencapai
tujuan-tujuan jangka panjang. Kerangka waktu untuk tujuan dan strategis harus
konsisten, biasanya dua sampai lima tahun.
Strategi utama (grand strategies),
sering kali juga disebut sebagai strategi induk atau strategi bisnis,
menyediakan arahan dasar bagi tindakan-tindakan strategis. Strategi ini menjadi
landasan untuk usaha yang terkoordinasi dan berkelanjutan yang diarahkan pada
pencapaian tujuan jangka panjang perusahaan.
Strategi utama mengindikasikan
periode waktu dalam mana tujuan jangka panjang akan dicapai. Dengan demikian,
stratategi utama dapat didefinisikan sebagai pendekatan umum yang komprehensif
yang menjadi pedoman bagi tindakan-tindakan utama suatu perusahaan.
Strategi utama yang penting adalah
pertumbuhan terkonsentrasi, pengembangan pasar, pengembangan produk, inovasi,
integrasi horizontal, integrasi vartikal, diversifikasi konsentris,
diversifikasi konglomerasi, perubahan haluan, divestasi, likuidasi, kepailitan,
usaha patungan, aliansi strategis, dan konsersium.
Salah satu dari strateg-strategi ini
dapat digunakan sebagai dasar untuk mencapai tujuan jangka panjang utama dari
suatu perusahaan. Banyak organisasi menjalankan dua atau lebih secara bersamaan,
namun strategi kombinasi dapat sangat beresiko jika dijalankan terlalu jauh.
Tidak ada satu organisasipun yang dapat menjalankan semua strategi yang dapat
menguntungkan perusahaan. Baik anggota atau organisasi harus memilih diantara
sekian banyak strategi utama ini.
Hakikat Tujuan Jangka Panjang haruslah bersifat kuantitatif, terukur,
realistis, dapat dipahami, menantang, bertahap, dapat diperoleh, dan sejalan
dengan unit-unit organisasi. Setiap tujuan harus dikaitkan dengan kerangka
waktu. Tujuan umumnya dinyatakan dalam istilah-istilah serti pertumbuhan
aktiva, pertumbuhan penjualan, keuntungan, pangsa pasar, seberapa besar dan
sifat diversifikasi, seberapa besar dan sifat integrasi verikal, penghasilan
per saham, dan tanggung jawab sosial. Tujuan yang dinyatakan dengan jelas
memberikan banyak keuntungan. Tujuan tersebut memberikan arah, memberikan
sinergi, membantu dalam evaluasi, menentukan prioritas, mengurangi ketidak
pastian, meminimalkan konflik, merangsang pengerahan tenaga, dan membantu dalam
mengalokasikan sumber daya dan merancang pekerjaan.
Tujuan jangka panjang diperlukan pada
tingkat korporat, devisi, dan fungsional dalam sebuah organisasi. Tujuan
tetsebut penting sebagai alat ukur kinerja kinerja manajerial.
3. Mengapa “Kejujuran” merupakan kata
kunci bagi keberhasilan dalam karir perdagangan?
Seorang wirausaha yang memiliki
keyakinan dan kepribadian, bermula dari adanya ide sendiri, kemudian
mengembangkan kegiatan usahanya yang selalu berpegang pada nilai-nilai
kejujuran dan disiplin diri. Seperti kita ketahui bahwa hidup itu merupakan
kancah perjuangan. Karena adanya makna kejujuran dalam hidup, kita harus
berjuang dengan penuh keyakinan ingin maju di dalam berwirausaha. Obat yang
baik untuk menjalankan perjuangan dalam hidup adalah adanya keyakinan pada diri
sendiri. Ketidakjujuran dalam berusaha dan segala akibatnya:
Sifat dan tingkah laku berwirausaha
harus dapat menyertai, kesabaran, ketekunan, kerajinan, dan kemauan kerja keras
dalam usaha pembinaan pribadi seorang wirausaha. Seorangwirausaha yang tidak
memiliki kejujuran dan disiplin pribadi, tidak akan berhasil di dalam mencapai
tujuan dan citacitanya.
Kejujuran dan disiplin pribadi
seorang wirausaha merupakan kewajiban moral yang dibebankan kepada diri
sendiri, untuk keperluan diri sendiri menurut fitrahnya. Orang yang tidak jujur
di dalam berwirausaha, akibatnya akan menderita dan akan menerima suatu
keadaan:
a. Tidak dipercaya masyarakat
konsumen,
b. Menjadi rendah diri dan rasa malu,
c. Mudah tersinggung atau emosi,
d. Cepat iri dan dengki,
e. Suka dendam,
f. Prasangka buruk dan dusta,
g. Tidak punya teman, dan
h. Kehancuran dalam usahanya
Salah satu kunci keberhasilan seorang
wirausaha di dalam usahanya adalah sifat kejujuran dan kepercayaan dari
masyarakat konsumen terhadap dirinya.
Sekarang apa akibatnya jika seorang
wirausaha di dalam usahanya tidak jujur dan tidak bertanggung jawab? Akibatnya
banyak masyarakat konsumen yang tidak mempercayainya, baik kepada bidang
usahanya maupun kepada kariernya. Hal ini terlebih-lebih kita rasakan pada
lapangan kerja di perusahaan dan di perdagangan. Untuk menjadi karyawan pada
perusahaan, faktor kejujuran dan tanggung jawab mendapat sorotan dan penilaian
yang serius dari pihak pemilik perusahaan.
SUMBER REFERENSI:
Komentar
Posting Komentar